Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi
bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal
yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis
SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal
yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar
matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Contoh :
ANALISA SWOT
PADA
PT. ASTRA INTERNASIONAL-BMW
·
Faktor Internal
ð Kekuatan :
1.
Konsep mobil memiliki tingkat safety/keamanaan yang tinggi .
2.
Memprioritaskan kenyamanan.
3.
BMW termasuk mobil premium class ( mewah/ekslusif)
4.
Termasuk dalam kelas mobil sport
5.
Menjadi brand ke- 5 di dunia .
ð Kelemahan :
1.
Harga jual yang sangat tinggi/mahal
2.
Sangat minim bengkel resmi BMW dan hanya ada di perkotaan
besar.
·
Faktor Eksternal
ð Peluang :
1.
Karena perekonomian Indonesia saat ini sedang membaik. Jadi
banyak orang-orang Indonesia yang menjadi orang kaya. Oleh karena itu, mereka
banyak cenderung mengalihkan pembelian kendaraan ke mobil premium high class.
2.
Luasnya jaringan internet.
3.
Menyebarkan brosur
4.
Membuat event-event besar
ð Ancaman :
1.
Mengingat banyaknya orang Indonesia yang baru kaya/sukses,
dikhawatirkan perekonomiannya pun belum stabil. Karna BMW memiliki harga jual
yang cukup mahal. Di khawatirkan costumer berhenti membayar di tengah-tengah
waktu.
2.
Banyaknya dealer-delaer dan mobil-mobil lain yang
bermunculan.
3.
Semakin banyaknya pesaing.
4.
Semakin banyaknya mobil premium yang berkembang.